Disaat Memakai Celana Pendek

D-_sebuah

Hi sobat, kali ini gue akan menceritakan tentang bagaimana sakitnya jadi “bahan” orang, disaat memakai celana pendek. (perhatian: postingan ini 3% true story dan 97% hanya imajinasi semata!).

Sebelum ke cerita gue intro dulu ya, gue Esha dan gue udah lama menjomblo (apaan sih ga jelas banget). Langsung saja, pada awalnya gue lagi bosen-bosennya selalu berada dirumah, dan hanya bermain game seperti solitaire hingga minesweeper (pantes aja bosen).

Di dalam hati gue berkata “kalo gue ga pernah keluar rumah, gimana gue mau dapat pacar kalo begini terus”. Akhirnya gue memberanikan diri untuk keluar, tapi gue harus mandi dulu biar wangi dan pakaian gue harus sesuai tren masa kini biar lebih kece.

Spesifikasi pakaian gue:

  • Baju kaos bertuliskan 69 dibelakangnya
  • celana pendek sependek lutut (pahanya ngintip-ngintip)
  • sepatu

Lalu gue bergegas pergi datang ke “stenli” (stenli, adalah nama motor gue). setelah “menghidupkan” stenli, akhirnya gue pergi dari rumah. Dijalan gue lihat banyak banget cewek-cewek cantik, manis (kayak nabilah jkt48), mereka semua kayak lagi kepo melihat gue seperti tersenyum, tertawa, dan menangis. Seketika gue dengan ke GR-an membalas balik senyum mereka, eh tiba-tiba diperjalanan ada sosok cewek ABG yang neriakin gue.

Cewek: woy, itu jembut eh, itu bulu kaki atau hutan kanopi sih, lebat bingit….

(memang bener sih bulu kaki gue tebel, lebat, dan panjang, if you know what i mean) setetika gue langsung menjawab

Gue: bukan ini jembut bapak lo, eh, dari pada lo muka kayak korban erupsi gunung api, itu muka atau abu vulkanik sih? tebel bingit.

dan gue lansung tancap gas, eh tiba-tiba ada lagi orang neriakin gue “eh, cabe-cabean bercelana pendek”, respon gue dengan keselnya

Gue: gue terong-terongan woy! (biasanya sih cabe-cabean untuk cewek, gue benerkan?)

jadi selama kejadian itu gue jadi trauma pake celana pendek dan akhirnya gue kembali untuk bermain game minesweeper di laptop gue.

Iklan

Silahkan Komentar dan Berikan Opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s