Horor Minggu Malam: Part 2, Ajakan Dinner Kak Ika

jomblo malam minggu

Ini merupakan cerita lanjutan dari (part 1). Sontak gue kaget dan bingung (soalnya matahari mulai terbenam), otak gue tiba-tiba “keluar lampu”.

Apa yang Esha lakukan, ketika ia bingung dengan acara dinnernya….

a. pura-pura mati

b. pake kata “maaf kamu udah aku anggap kayak kakak sendiri” (apaan sih, gaje)

c. jujur dan katakan aja “gue lagi kecepirit”

d. pergi dinner aja dan menikmati “indahnya”

Dan akhirnya gue memilih (d. pergi dinner aja dan menikmati “indahnya”). Walaupun rada terpaksa, ya harus mau gimana lagi. Dengan kondisi badan gue yang terasa lemas, dengkul gue kayak abis fap 32 kali  gak bisa diajak berdiri, dan kondisi diare lainnya.

Akhirnya gue bangkit dari kloset akibat  abis fap 32 kali diare, dengan tertatih-tatih menuju ponsel gue dan membalas notifikasi dari kak Ika.

Ika: Esha jadi gak kita dinner bareng?

Gue: ya jadilah, karna kamu udah aku anggap seperti kakak sendiri.

69 detik kemudian.

Ika: kamu gak apa-apakan.

Gue: gak apa-apa kok, nanti aku jemput ya?

Ika: sip deh.

Dan akhirnya gue cepet-cepet masuk ke kamar mandi untuk kembali fap  boker, akibat obat pelangsing super yang bikin mencret-mencret dan ternyata setelah gue telusuri efek obat tersebut akan bertahan dalam 69 hari  69 menit. Sukurlah, lalu gue mandi pake karbol  sabun mandi (ya iyalah emangnya pake arang).

Ganti baju, dan pastinya rambut gue gaya anak muda sekarang, yap benar bingit, gaya rambut Andika Band Kangen (yang klimis banget). Gak perlu Pomade, pake minyak rambut cap jelantah udah cukup. Gaya udah kayak Andika Band Kangen tinggal uang aja nih, wadalah lagi bokek nih (tanda kegagalan) , suruh dia yang bayar dan berpura-pura dompet ketinggalan (sfx ketawa jahat ala sinetron: hueheheheheh).

Panasin motor gue, yang gue sayangi lebih dari adik gue, dan pergi menuju rumah tante rumah kak Ika.

Ika: Esha kamu dah dimana?

Gue: nih, udah sampai dirumah calon mertua aku (cieee).

Ika: maksudnya.

Gue: gak peka banget maksudnya, udah sampai dirumah kakak.

Ika: ih, kamu so sweet bingit, bentar aku lagi ganti baju.

Gue: oke dech.

Tak lama kemudian muncul orang mirip sumanto (buat merinding aja).

Gue: suman wes turu  (hening)

Bapak-bapak: urung kang , eh kamu ngapain disini.

Gue: gak lagi nunggu temen pak!

Bapak-bapak: mending kamu pulang aja deh.

Gue: emangnya kenapa pak?

Bapak-bapak: karena nanti kamu akan saya makan  ini rumah udah lama gak berpenghuni, dan rumah ini angker.

Gue: (takut), kalo rumah bapak dimana?

Bapak-bapak: di rumah kosong ini . oh, dibaris ketiga rumah angker ini (dan pergi)

Tak lama kemudian, ada yang neriakin gue “Esha” dengan nada datar dan itu tenyata (sfx: auuu guk guk guk).

.

.

.

Dan Ternyata eh, ternyata, gue salah alamat dan rumah kak Ika terletak tepat dibaris ketiga rumah “angker”, dan yang neriakin itu kak Ika (hadeuh bikin jantung hampir copot). Gue langsung menghampiri kak Ika.

Ika: kenalin ini papah aku.

Gue: oh, saya esha pak (ternyata bapak-bapak mirip sumanto itu bapaknya kak Ika, BTW bapaknya kok kayak tempe orek tapi anaknya kok kayak Pevita Pearce).

Gue: pak, jalan-jalan sebentar sama anaknya ya.

Bapak-bapak: oh, boleh (nada terpaksa).

Akhirnya bisa berangkat, dan telah sampai di pusat kota yang menyediakan berbagai cafe dan restoran.

Gue: kita makan dimana?

Ika: terserah!

Gue: kok terserah sih?

Ika: iya terserah kamu aja!

Gue: oke deh.

dan sampai di sebuah restoran.

Rumah-Makan-Terserah-Bandung

^ pas buat ngajak dinner cewek, yang selalu berkata “terserah”

Lalu kami berdua duduk deket kolam, diiringi air mancur, suara kodok , dan nyanyian lingsir wengi   “A thousand years”.

Gue: gimana suasananya (sambil ngelus-ngelus tangan pelayan   Ika)

Ika: romantis bingit, aku suka.

Gue: sebenarnya sih aku ada sesuatu buat kamu.

Eh tiba-tiba datanglah cowok sok akrab, itu merupakan mantannya Ika, antara emosi dan minder soalnya dia lebih ganteng dan keker, beda gue buncit dan tampang pas2an

Ika: kenalin Radit, dia mantan temen dekat aku.

Gue: Oh, gue Esha.

Radit: Radit, mantannya Ika.

Ika: apaan sih dit, nanti Esha cemburu (nada antara ketawa dan malu).

Radit: biarin!

Apakah yang akan terjadi “apakah akan gagal mendapatkan cinta Ika”, kita lanjut ke Part 3 dan tentunya tetap cemungut, cemungut ea untuk terus mengikuti kisahnya, kita lanjutkan sabtu esok stay tune!

Bonus
.
.
.
.
.
.
image

Iklan

Silahkan Komentar dan Berikan Opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s