Horor Minggu Malam: Part 3, Ajakan Dinner Kak Ika

jomblo malam minggu

Ini merupakan akhir dari cerita “Ajakan Dinner Kak Ika” mulai (part 1)(part 2), sampai sekarang (eps. terakhir) dari cerita gak ada poinnya (reaksi pembaca: sukurlah), namun seri “Horor Minggu Malam” akan terus berlanjut sampai tangan gue keriting  lanjut ke cerita.

Emang si Radit kesannya kayak nyolot, tetapi dengan hati yang “tenang” gue membalas dengan tonjokan kata “Oowh” (sebenarnya menutupi ketakutan gue).

Ika: Radit, kita makannya bareng aja sama Esha, ga apa-apa kan Sha? (sambil nepuk pundak gue).

Gue: Ooo iya ga apa2 (dalem hati: merusak suasana aja lo).

Radit: makasih (duduk di samping kak Ika).

Dan akhirnya kami pun memilih makanan favorit masing-masing, awal sih biasa aja, tapi setelah gue melihat kak Ika mesra banget sama si bulu ketek tapir  si Radit. Gue antara kesel dan pasrah, dan gue pura-pura cari perhatian dengan cara pergi ke rumah mantan  toilet, lalu gue ijin ke Ika (emangnya si Ika petugas jamban) untuk ke pergi toilet.

Gue: kak mau aku ke toilet dulu ya?

Ika: silahkan.

Gue: (dalem hati: lah kok gini jadinya, dan gagal).

Setelah dari toilet, gue terkejut di depan mata terlihat sesosok mantan  si Radit sedang memegang sebuah sebuket bunga kamboja  mawar dan seperti ada bau-bau penikungan. Gue langsung lemes, dan berpura pura berbincang dengan seorang yang gak gue kenal sebut saja mas suman (sambil mendengar apa yang mereka lakukan).

Radit: sebenarnya, aku udah lama ingin kita berdua kembali untuk merajut cinta lama kita, yang telah diputuskan oleh alam… bla bla bla (gajelas pokoknya, mungkin karena kuping gue dah budeg).

Ika: ehm.. gimana ya? ortu aku gak ijinin lagi, untuk aku pacaran.

Radit: please… (dengan muka sok cakep).

Ika: aku tanya Esha dulu ya… ESHAA… (teriak-teriak).

Dengan perasaan deg-degan gue langsung menghampiri Ika.

Gue: ada apa kak?

Ika: menurut kamu kita masih cocok gak?

Gue: ehm.. gimana ya.

Ika: tinggal jawab iya atau enggak aja, susah lu nyet .

Gue: iya cocok cocok, (dengan perasaan yang terpaksa dan tertusuk *lebay).

Radit: gimana, kamu nerima kita balikan?

Ika: IYA, aku sebenarnya juga masih sayang sama kamu.

Radit: (senang dan pelukan).

Gue: (BAPER).

tfw ear

^ reaksi

Ika: makasih ya, Esha gara-gara kamu udah yakinkan kakak jadian, emang kamu adik aku yang paling baik!

Gue: oh iya…

Dan gue akhirnya pulang dengan perasaan yang terguncang akibat kak ika jadian sama kerutan kuda nil, sebagai penentu orang pacaran zone dan kakak-adik zone. (rsh)

thatfeel_4

Iklan

Silahkan Komentar dan Berikan Opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s