Horor Minggu Malam: Nyesel Gue Aget

image

Ini sebenarnya sih, merupakan materi gue buat ujian keterampilan kesenian (bidang drama) saat ujian SBMPTN, tapi sayangnya gak dipake, dikarenakan tuh Universitas hanya menerima bakat tes Musik dan Tari. But it’s okay (walaupun sakitnya kayak melihat gebetan udah jadian sama yang laen #hiks). Yok ngecrot-ngecrot!

Namaku Esha, aku berumur 18 tahun dan aku beprofesi sebagai penyanyi dari cafe ke cafe. Pada suatu malam seusai bekerja, seperti biasanya aku langsung pulang ke kostan tempatku tinggal. Karena kecapek-an, biasanya aku hanya berleha-leha, main game, dan stalking instagram mantan untuk mengusir penat seusai berkerja tentunya. Setelah berlama-lama melakukan hal ga penting, tiba-tiba aku tidak bisa tidur, ditambah dengan teman satu kost2an ku yang pergi keluar entah kemana. Untuk menghilangkan rasa jenuh dan sepi aku biasanya beryanyi.

Esha: (sing; bila ada bercak-bercak ditubuhmu kawan di sekitar telinga ada di dengkul ada di bulu hidung… bla… bla… bla…. bla…).

(Tiba-tiba lampu dikostan ku mati).

Esha: waduh, mamak2 yang punya kostan kayaknya lupa bayar listrik deh! Padahal ini kan awal bulan.

Aku adalah tipe orang yang sangat penakut bila sedang berada di tempat yang gelap, ditambah lagi dengan kostan ku yang terletak dekat kuburan dan lebih nyeremin lagi bahwa di depan kostan ku ada pohon nangka yang udah tua nan berbulu.

Tiba-tiba aku mendengar suara yang makin mendekat, semakin mendekat dan…..

(Sfx: ju gu jag gi jug gi ja ji gug).

Ternyata itu merupakan suara musik dari mobil pikap Om Toha yang merupakan tetanggaku.

Esha: (dalem hati: nyesel adek aget mak).

Tak lama kemudian aku mendengar suara kaki seseorang yang sangat “ngebass” kulihat dari jendela matanya bercahaya, badan kurus namun tak tinggi, pake topi bulat, baju kayak gamis, jalan agak lompat-lompat/pincang dan pokoknya kayak vampire cina.

Kontan saja aku ketakutan dan pipis dalam celana, bila ini akhir dari semuanya, Tuhan izinkan aku untuk mengambil Gadget ku…. untuk….. berfoto selfie terakhir kalinya.

(Gaya nyamuk face, Ckrekkk).

(Gaya lidah sapi, Ckrekkk).

(Gaya mangga asem, Ckrekkk).

Tiba-tiba pintu kost dibuka dengan mudahnya, kemudian aku bergetar, keringat dingin, dan menghapus history ku tentangnya. Lalu….. set… pintu kamar ku terbuka.

Dan

Aku

Melihat

Itu

Ternyata

Adalah

SI BAGAS!!!!

Yap Bagas adalah temen 1 kostan ku, yang membawa bubur dari Mushola, karena di Mushola ternyata ada acara tadarus-an, maka dari itu Bagas memakai gamis dan topi bulat (peci-red).

Bagas: ko ngompol dalam celana ya?

Esha: yah, ketahuan juga identifitas-ku. BTW, kaki lu kenapa?

Bagas: tadi kesengol pikap, orangnya kabur gitu aja.

Esha: (dalem hati: pantesan jalannya pincang).

Bagas: lu mau gak bubur.

Esha: makasi bro, ko memang ngerti keadaan perut gue sekarang.

(Keesokan siangnya aku bertemu Om Toha….)

Esha: Om tadi malam, Bagas kabarnya di senggol sama pikap Om ya?

Om Toha: astaga, mana ada Sha, aku kemarin pergi ke kebun dan baru pulang tadi pagi…

Esha: Seriusan Om?

Om Toha: Demi Tuhan Sha!

Esha: (dalem hati: jadi tadi malam aku lihat mobil pikap siapa ya, dan Bagas berarti ditabrak siapa ya? Jangan-jangan……… itu……… abang-abang tukang tahoe boelat *laper).

Last, lusa kan udah masuk bulan Ramadhan, jadi maafkan bila gue ada salah nulis ataupun yang lainnya, oke sip!

Iklan

Silahkan Komentar dan Berikan Opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s